- Sorongan Tallo’ na Piong Sakke Dio Babangan A’pa’
- Piong Marapuan Dio Babangan A’Pa’(Barat,Selatan,Timur,Utara)
- Mangalli Wai Lako To’Bubun (Tondon Bubun)
- Mangalli Riu (Lakona Lantang Bai)
- Umbori’ Lalan Tarru’ Tama Tananan Pasa’ (lalan lamentama tarampak banua)
- Ma’piong Dio Tombang Tedong na Ussapan Salu Kalua’ (Randanan)
- Ma’tebak Lalan Tedong Tama Kapemalaran, Ma’piong dio Lantang Tedong na Lantang Bai.
- Makaroen Manggaraga Lantang Bubung.
- Ma’palimbong (Lalan tama pa’pesungan na tingo lantang bubung)
- Ma’manuk Tallu (Pa’pesungan)
- Umpatorro Pangngan
- Ma’pallin
- Mangrambu Langi’
- Umpakande Aluk (Barat Laut)
- Mantoto Sendana (Pa’pesungan)
- Ma’piong dio Pura (Melambi’) na Ma’karoen – roen (Pollo’ Banua)
- Kendek Massuru’ (Do Banua)
- Ma’karoen – roen (Pollo’ Banua)
- Ma’patama A’riri Posi’ Na Ma’galampang
- Ma’Karerang A’pa’
- Manta’da (Pollo’ Banua)
- Ma’langangan Tambuli Pata’ (Do Banua) na Umbunna’ Padang (Lalan tama Pa’Pesungan. )
- Umpopengkalo Gandang
- Ma’somba Tedong
- Ma’tammuan Allo
- Matanna Mangrara
- Massedan Sara’ka’
- Ma’karerang
MONOLITHE
Image from Nyanyian Tanah Diperciki Tiga Darah
BATE MANURUN
BATE MANURUN
TONGKONAN
BAGIAN - BAGIAN RUMAH TONGKONAN
GESO' - GESO'
Alat Musik Tradisional Tana Toraja
Wednesday, July 4, 2018
Rangkaian Pelaksanaan Onoran Aluk Mangrara / Merok Tongkonan Mandetek.
Thursday, June 29, 2017
KEYAKINAN ALUK TODOLO
KEYAKINAN ALUK TODOLO
Sebagaimana
halnya agama – agama di dunia memiliki dasar – dasar keyakinan dan kerangka
agama masing – masing, demikian juga agama Alukta atau agama Hindu yang
berdomisili di daerah Toraja memiliki keyakinan sebagai berikut
I.
Percaya
dengan adanya Puang Matua
Puang
Matua adalah pencipta Deata atau Deata tertinggi ( kesadaran tertinggi disebut Puang
Matua. Dalam gelarnya Puang Matua Dao
tangnganna langi’ , Tokaubanan dao masuanggana topalullungan, iamo Deata sumpu
mamase, iamo puang sa’pa labuda, iamo untampa sang Deatanna (manifestasi ),
iamo tumampa tau, rumende tolino, untampa mintu’ sakke sayuanna.
Wednesday, December 23, 2015
MEDITASI
MEDITASI
Om Swastyastu
Om Awignam Astu namah Siddham
Meditasi adalah suatu proses pemusatan perhatian yang menyebar menjadi
satu perhatian yang yang dilakukan secara sadar, penuh keinsafan dan tanpa
paksaan.
Manfaat : untuk bertambahnya
kekuatan pikiran agar menjadi lebih sehat jasmani dan sehat rohani yang pada
akhirnya dapat bersatu dengan Brahman. Landasannya Bhagawadgita VI. 45
Prayatnad yatatmanas tu
Yogi
samsuddha kilbisah
Anekajanmana
samsiddhas
Tatoyati
param gatim
Artinya apabila seorang tekun dengan tulus ikhlas untuk maju lebih
lanjut dengan pencemaran akhirnya ia mencapai kesempurnaan sesudah melatih
selama banyak penjelmaan ia mencapai tujuan tertinggi yaitu kesederhanaan
Brahman.
Manfaat meditasi bagi mediator:
- Seluruh cakra – cakra dengan sendirinya diaktifkan
- Energi negatif tubuh dibersihkan
- Kemampuan cakra ajnal mata batin meningkat
- Penyaluran energi akan berlipat ganda
- Mampu mengendalikan emosi
- Penyembuhan diri sendiri terhadap luka batin dan fisik
Melalui meditasi seseorang dapat mengakat status roh sebelumnya menjadi
lebih tinggi ( munculnya lingkaran keserikatan seseorang yang meditasi, artinya
telah terangkat batin spiritualnya dengan pengaruh pada roh – roh leluhur
terdahulu itu akan ditempatkan pada alam yang lebih tinggi, akan memberikan
restu kepada pada keturunannya (sentana ), sehingga mendapat kebahagiaan hidup.
Aturan disiplin berlatih mantram suci dalam meditasi :
- Penuh keyakinan kesetiaan terhadap dewa/dewi yang dipuja
- Bermeditasi tidak dibawah tekanan
- Ciptakan rasa kasih saying, sabar dan ramah kepada semuanya
- Tidak kasar, marah, nafsu, gelisah, ego dan emosional
- Jangan mendapat mantra, suci dari sumber/guru yang bukan guru sejati anda
- Tidak pamrih tidak berkeinginan instan/ niat tidak baik
- Bila dalam proses meditasi mendapat keajaiban hendaknya tidak perlu takut harus lebih meningkatkan sadhananya agar menjadi berhasil
- Bila sudah berusaha keras tetapi belum mengalami kemajuan maka jangan berhenti. Terus lakukan secara berulang – ulang pasti berhasil
- Makan hendaknya dipilih ringan ( tidak dari daging berkaki empat )
a.
Dimsak dengan benar
tidak terlalu banyak bila terlalu banyak makan maka organ – organ sensorik
menjadi tergairahkan dan meninggikan nafsu (libido).
b.
Makanan ringan akan
dapat memurnikan pikiran sehingga mempunyai ingatan kuat dan mampu dalam
kesadaran Brahman.
Landasannya ada dalam Bhagawadgita VI.6
Bandhur atmanas tasya, yanatmaivat manajitah
Anatmanas
tu satrutve, vartetatmaiva satruva
Artinya bagi orang yang sudah menaklukkan pikirannya, pikirannya itu
menjadi temannya yang lebih baik, tetapi yang belum mampu menaklukkan
pikirannya, pikirannya itulah menjadi musuh paling jahat.
Berbagai aasana dalam meditasi (Krya yoga)
- Siddhasana. Caranya tempatkan satu tumit pada anus dan tumit satunya pada organ kemaluan. Kaki dan paha diatur sedemikian rupa, sehingga pergelangan kaki bertemu saling menyentuh. Tangan di atas lutut bentuk jnana mudra. Duduk posisi ini 15 – 20 menit dengan mata tertutup, konsentrasi pada satu titik di antara kedua alis ( ajnaltrikuti ). Berguna untuk menyembuhkan rematik dan menjaga tubuh serta pikiran tetap stabil.
- Padmasana. caranya kaki kanan pada paha kiri dan dengan berhati – hati letakkan kaki kiri pada paha kanan, ini adalah posisi tubuh untuk proses spiritual diikuti dengan menaruh lidah di antara gigi atas dan gigi bawah, dagu menekankan ke dada, pandangan mata dipusatkan pada ujung hidung, nafas perlahan – lahan. Berguna untuk menghancurkan berbagai penyakit.
- Pranayama. Caranya tutup lubang hidung kanan dengan ibu jari, tarik nafas melalui lubang hidung kiri, lalu dengan lubang hidung kanan tahan nafas selama mungkin/ semampunya, kemudian keluarkan perlahan melalui lubang hidung kanan. 20x putaran pada pagi hari, 20x putaran pada malam hari kemudian tingkatkan jumlahnya perlahan – lahan. Gunanya untuk memurnikan nadi – nadi mengokohkan pikiran dan berkonsentrasi, meningkatkan kerja pencernaan dan menambah nafsu makan.
- Traktakka. Caranya dengan menatap pada sebuah titik atau objek gambar Omkara, sinar lilin tanpa mengedipkan mata untuk meningkatkan konsentrasi. Untuk meningkatkan ketajaman pandangan dan pengendalian pikiran
- Puja. Dewa/ dewi hendaknya direnungkan dalam pikiran selama mengucapkan mantram, karena mantram mempunyai kekuatan yang luar biasa dan dapat member hasil yang maksimal
Cara ini dapat dilakukan dengan 3 jalan
1.
Vaikhari ( verbal )
bersuara keras
2.
Upamsu ( berbisik)
3.
Manasik ( secara
mental di dalam hati)
6. Agni homa/ Agni hotra
Homa/hotra dilakukan dengan api suci sesuai denganritual yang ditentukan
(ada buku tuntunan khusus)
Om Santih, Santih,
Santih Om
Thursday, December 10, 2015
Agama Sebagai Pegangan Hidup dalam Zaman Kaliyuga
Om Swastyastu
Om Awighnam Astu namo Siddham
Agar kita dapat mengetahui keberadaan kita sekarang ini, maka ada baiknya kita mengetahui Zaman Hindu terlebih dahulu. Dalam kitab suci mahanirwana tantra : Sloka 81, Nitisastra :IV.13 dan Bhagavadgita:VII.9 disebutkan ada 4 zaman9yuga) dalam Hindu yaitu:
Jnana dan Karma Kanda
Dalam agama Hindu ada empat jalan untuk mendekatkan diri kehadapan Brahman yaitu melalui bhakti, karma, jnana, dan yoga. Keempat jalan ini disebut catur marga.
Pada zaman dahulu hanya para Maharsi atau Yogi yang mampu melakukan jalan jnana kanda yaitu melalui jnana dan yoga. Sedangkan yang lainnyahanya melalui karma kanda yaitu bhakti dan karma.
Jnana kanda adalah ajaran bhakti melalui ilmu pengetahuan, sedangkan karma kanda adalah ajaran bhakti melalui kerja. Jalan karma kanda memerlukan sarana yang berasal dari tumbuh – tumbuhan dan binatang yang dijadikan korban suci. Korban suci dalam wujud banten, kemudian dipersembahkan kepada Brahman melalui perantara para Dewa.
Panca Maha Yadnya
Di luar negeri Hindu tetap eskis bahkan berkembang terus, tetapi kalau kita melihat perkembangan agama Hindu di Indonesia sangat memprihatikan alias jatuh bangun. Hal ini terjadi karena pemeluknya tidak memiliki jiwa militan. Padahal ajaran Hindu luar biasa bagusnya karena cocok untuk sepanjang zaman. Tidak punah karena pergantian zaman. Agama Hindu adalah agama tertua, seusianya sudah punah tertelan zaman.
Adama Hindu telah eksis sepanjang zaman karena merupakan ajaran Sanata Dharma yaitu kebenaran abadi dan universal, langgeng sejak beribu – ribu tahun sebelum masehidan Vaidhika Dharma yaitu kebenaran yang diwahyukan oleh Brahman.
Puasa Ekadasi
Ada dua macam puasa yaitu puasa agama dan puasa ilmiah (ratio). Puasa gama dilakukan dengan maksud untuk menyucikan rohani agar lebih mudah memusatkan pikiran saat dengan kehadapan Brahman. Sedangkan puasa ilmiah dilakukan untuk membersihkan tubuh, dengan membuang racun – racun sebagai penyebab utama penyakit dalam tubuh. Kalau ada gejala penyakit satu cara untuk menormalkan tubuh adalah dengan berpuasa memberikan alat penvernaan untuk beristirahat mempermudah proses penyembuhan
Dengan alasan tersebut maka makanan harus diimbangi dengan berpuasa. Sekarang ini umat Hindu banyak melakukan puasa hanya sekali setahun yakni puasa Nyepi atau pada saaat Sivaratri. Mereka belum mengetahui ada puasa ekadasi yaitu jatuh pada hari kesebelas menurut perhitungan bulan. Cara mengetahui hari ekadasi adalah jatuhnya purnama dan tilem dikurangi empat. Jadi dalam sebulan ada dua kali hari ekadasi. Puasa ekadasi tersebut dikisahkan d;am kitab Padma Purana. Kisahnya diawali olehpertanyaan Rsi Jaimini kepada Srila Vyasadeva.





