MONOLITHE

Image from Nyanyian Tanah Diperciki Tiga Darah

BATE MANURUN

BATE MANURUN

TONGKONAN

BAGIAN - BAGIAN RUMAH TONGKONAN

GESO' - GESO'

Alat Musik Tradisional Tana Toraja

Thursday, December 10, 2015

Jnana dan Karma Kanda


Dalam agama Hindu ada empat jalan untuk mendekatkan diri kehadapan Brahman yaitu melalui bhakti, karma, jnana, dan yoga. Keempat jalan ini disebut catur marga.
 Pada zaman dahulu hanya para Maharsi atau Yogi yang mampu melakukan jalan jnana kanda yaitu melalui jnana dan yoga. Sedangkan yang lainnyahanya melalui karma kanda yaitu bhakti dan karma.
Jnana kanda adalah ajaran bhakti melalui ilmu pengetahuan, sedangkan karma kanda adalah ajaran bhakti melalui kerja. Jalan karma kanda memerlukan sarana yang berasal dari tumbuh – tumbuhan dan binatang yang dijadikan korban suci. Korban suci dalam wujud banten, kemudian dipersembahkan kepada Brahman melalui perantara para Dewa.

Panca Maha Yadnya


Di luar negeri Hindu tetap eskis bahkan berkembang terus, tetapi kalau kita melihat perkembangan agama Hindu di Indonesia sangat memprihatikan alias jatuh bangun. Hal ini terjadi karena pemeluknya tidak memiliki jiwa militan. Padahal ajaran Hindu luar biasa bagusnya karena cocok untuk sepanjang zaman. Tidak punah karena pergantian zaman. Agama Hindu adalah agama tertua, seusianya sudah punah tertelan zaman.
Adama Hindu telah eksis sepanjang zaman karena merupakan ajaran Sanata Dharma yaitu kebenaran abadi dan universal, langgeng sejak beribu – ribu tahun sebelum masehidan Vaidhika Dharma yaitu kebenaran yang diwahyukan oleh Brahman.

Puasa Ekadasi


Ada dua macam puasa yaitu puasa agama dan puasa ilmiah (ratio). Puasa gama dilakukan dengan maksud untuk menyucikan rohani agar lebih mudah memusatkan pikiran saat dengan kehadapan Brahman. Sedangkan puasa ilmiah dilakukan untuk membersihkan tubuh, dengan membuang racun – racun sebagai penyebab utama penyakit dalam tubuh. Kalau ada gejala penyakit satu cara untuk menormalkan tubuh adalah dengan berpuasa memberikan alat penvernaan untuk beristirahat mempermudah proses penyembuhan
Dengan alasan tersebut maka makanan harus diimbangi dengan berpuasa. Sekarang ini umat Hindu banyak melakukan puasa hanya sekali setahun yakni puasa Nyepi atau pada saaat Sivaratri. Mereka belum mengetahui ada puasa ekadasi yaitu jatuh pada hari kesebelas menurut perhitungan bulan. Cara mengetahui hari ekadasi adalah jatuhnya purnama dan tilem dikurangi empat. Jadi dalam sebulan ada dua kali hari ekadasi. Puasa ekadasi tersebut dikisahkan d;am kitab Padma Purana. Kisahnya diawali olehpertanyaan Rsi Jaimini kepada Srila Vyasadeva.

Sunday, December 6, 2015

Mathematical Modeling Of Influenza


MATHEMATICAL MODELING OF INFLUENZA H1N1 WITH A SECONDARY
BACTERIAL PNEUMONIA INFECTION

Abstrak
Dalam tulisan ini dibuat model pandemi dimana individu pertama kali terinfeksi oleh virus influenza dan kemudian terinfeksi bakteri sekunder pneumonia. Model ini menggunakan pendekatan SIR yang dimodifikasi dengan menambahkan infeksi bakteri sekunder pneumonia. Analisis kualitatif pada model dilakukan untuk menentukan nilai parameter penyakit. Model ini juga digunakan untuk menyelidiki mengenai jumlah populasi dengan vaksinasi untuk influenza, jumlah populasi untuk karantina setelah terinfeksi influenza, bagaimana cara pengobatan infeksi bakteri dan kemudian dapat menentukan tindakan yang terbaik untuk meminimalkan akibat dari pandemi. Selanjutnya, untuk mengilustrasikan model tersebut maka dilakukan simulasi model dengan menentukan titik keseimbangan. Dari hasil simulasi numerik dengan nilai awal 0,9933 diperoleh bahwa menvaksinasi populasi sebesar 10% dapat mengurangi jumlah kematian sebesar 21 % dan mengkarantina populasi juga dapat mengurangi jumlah kematian dengan menurunkan laju penyebaran virus influenzaSedangkan untuk pengobatan infeksi bakteri dilakukan dengan menambah nilai tingkat penyembuhan infeksi bakteri.
Kata Kunci : Model SIR, Vaksinasi, Karantina, Infeksi Bakteri Sekunder.

Ma'passakke dalam Aluk Bua' Tana Toraja

Mangkamo Puang Matua kumande sanda mammi’
Puramo Tokaubanan tumimbu’ sanda marasa
Mangkamo deata titanan tallu  kumande sanda mammi’
Puramo puang tirindu lalikan tumimbu’ sanda marasa
Mangkamo nene’ manganna sangka’ kumande sanda mammi’
Puramo todolo lentenan panikuan tumimbu’ sanda marasa
Mangkamo bongana sukaran aluk kumande sanda mammi’
Puramo patiranna saloso bisara tumimbu’ sanda marasa
Silelemo dikataanni to ma’tau tallu
Tae’mo dipapusa borongna to samba’ batu lalikan

Sunday, November 2, 2014

Bate Manurun



Bate Manurun From Tongkonan Sa'pang Sangngalla'


Tuesday, November 5, 2013

Ritual Toraja

ADA’ TORAYA
Ia tu ada’ toraya den da’dua uluanna iamo tu Rambu  Tuka’ na Rambu Solo'

latu Rambu Tuka’den ba’tu pira-pira enda’na:
Dipemassangi lako kita, iatu rambu tuka’ diparanduk diongmai bitti’na sealengan kapuanna:
Mangoting
Mangoting battuananna melambeki’ lako To Tumampata lamemala’ ke natarimai tu pelakunta ba’tu pelambeta
 Mattado’ Tallo’
Mattado’ tallo; Umpatamaki’ barra’ sola tallo’ manuk tama bi’tak na ditoke’ doa banua na iake dirasa kumua  ditarimasia tu pelakunna (pangotingta) namane dinasu tu tallo’ sola barra’ na dipa’pakandean.